Karikatur Nabi

Karikatur Nabi ; Umat Tidak Bisa Diam …!!!

Saya tergerak menulis sebuah artikel tentang Karikatur Nabi, tidak lain adalah ingin tabayyun dan islah terhadap tulisan seorang saudara saya se agama JoyoKusumo, yang telah mempertanyakan tentang hukum karikatur nabi, keraguannya —istilah saya— terbukti pada pertanyaan dan tulisannya di Internet yang berjudul “Karikatur nabi Muhammad?” tidak panjang memang dalam tulisan ini, namun sangat jelas ketika kita membacanya maka kita tergugah untuk menjawab dan memberikan tabayyun, karma itu sudah kewajiban kita Watawâshow bi Al-Haq Watawâshow bi Ash-Shobr. QS. Al-Ashr ayat 3. dan banyak lagi ayat alquran maupun sunah rasul yang menjelaskan tentang saling islah sesama saudara kaum muslimin.Dibawah ini adalah tulisan dari saudara saya :

“Berhubung saya ini orang Jawa tulen, cuma bisa basa Jawa, Indonesia, dan sedikit Inglish (Indonesia – English), dan karena saya tidak sempat lagi belajar bahasa lain seperti misalnya bahasa Arab ato India karna bagi saya tidak terlalu bermanfaat, maka adakah yg bisa bantu saya menjawab pertanyaan berikut, berkaitan dengan heboh karikatur nabi Muhammad yg diterbitkan media Denmark.

Apa dasar tidak diperbolehkannya karikatur/ gambar/ patung nabi Muhammad? (apakah hal tsb tercantum dalam Al-Quran?)

(maaf) sebab klo menurut saya, dari beberapa artikel berita yg saya baca di media lokal Indonesia, tidak ada alasan jelas apalagi fundamental mengenai protes umat Islam terhadap masalah ini. Muslim tersinggung, gitu saja. So ada yg bisa bantu saya njawab pertanyaan diatas? Syahbal?”

Bismillah saya akan mulai…

Hukum Tashwir (Menggambar)

Untuk masalah hukum menggambar telah saya posting di tulisan sebelumnya silahkan dibaca disini, intinya bahwa selagi gambar itu tidak yang di haramkan boleh-boleh saja, dan sesuai dengan yang diniatkan sang pelukis, penggambar dan karikaturis, jika niatnya yang diharamkan maka haram hukumnya, jika niatnya yang dibolehkan maka boleh hukumnya. Lalu bagaimana dengan karikatur nabi kita Muhammad Saw?

Muhammad yang suci

Muhammad adalah seorang Utusan Allah, Nabi akhir zaman, beliau di lahirkan dari rahim sang Aminah, bapak beliau bernama Abdullah bin Abd. Muthalib seorang yang berkebangsaan Arab-dari Bani Hasyim. Beliau lahir pada Hari Senin 12 Rabi’ul Awwal pada tahun yang dinamakan tahun Al-Fil (Gajah), kejadian ini sebagai pemeliharaan Allah Swt. terhadap utusan-Nya, karna manusia ketika itu sibuk dengan Ahdats Al-Fil (tragedi tahun gajah). Menurut Imam Ibnu Sa’ad dalam kitabnya Ath-Thabaqât Al-Kubrâ kedatangan raja Abrahah dan para tentaranya yang menggunakan gajah untuk menghancurkan Ka’bah pada pertengan Muharram, jadi antara tragedi gajah dengan lahirnya nabi sekita 55 malam hari. Dan banyak hadits yang menjelaskan tentang itu silahkan buka Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Dikuatkan oleh Mahmud Basya seorang astronom bahwa lahir Nabi bertepatan pada tanggal 20 April 571 M. serta Syaikh Moh. Ash-Shodiq ‘Arjun menyebutkan bertepatan pada 20 Agustus 570 M.

Bukti Muhammad disucikan :

 

    1. Hadits yang paling shahih tentang Al-Mubasysyirât (kabar kelahiran nabi) yang terdapat dalam Mustadraknya Al-Hakim pada bab Sejarah yang diriwayatkan dari ‘Aisyah R.A istri Nabi. Yang isinya seputar pemberitaan bahwa akan lahir nabi akhir zaman disertai tanda-tandanya dengan nama Muhammad.

 

    1. Kejadian Ashab Al-Fil (seperti yang saya jelaskan diatas)

 

    1. Ketika Nabi lahir, langit telah dijaga dengan penjagaan yang kuat dan penuh dengan panah-panah api. Lengkapnya baca QS. Aljin ayat 8-10.

 

    1. Nabi lahir langsung bersujud kepada Allah Swt. Bukankah ini suatu mu’jizatnya?Subhanaka ya Rabb…

 

    1. Pembelahan dada Nabi oleh Malaikat jibril untuk disucikan hatinya. Kejadian ini terjadi ketika beliau berumur 10 tahun 1 bulan, terjadi lagi pada Isra’ Mi’rajnya untuk yang kedua kali.

 

    1. Banyaknya Irhâshât (kejadian yang diluar kebiasaan terjadi pada calon nabi) terjadi sebelum beliau menjadi Nabi seperti batu menyalami beliau (Shahih Muslim) dan lain sebagainya.

 

    1. Nabi yang ma’sum (terpelihara dari perbuatan keji dan munkar).

 

Dan masih banyak lagi.

Hukum Menggambar Nabi

Mungkin sudah banyak artikel yang ditulis seputar hukum menggambar nabi, semua artikel itu satu suara yaitu Haram hukumnya. Namun tulisan ini mudah-mudahan menambah wawasan kita semua.

Pertama: Menurut Ma’qul (Logika)

Seandainya lukisan itu benar-benar wajah nabi dan bertujuan baik, pasti dan pasti orang islam akan mengkultuskan dan akan memajang lukisan itu dirumah mereka, jangankan lukisan nabi lukisan para wali dan orang-orang terhormat pun banyak yang dikultuskan. Dan hukum lukisan jika didasari Kultus maka Haram hukumnya (lengkapnya baca disini)

Jika lukisan itu tidak benar dan bertujuan menghina, maka jelas sekali hukumnya.

Kedua : Menurut Hadits

Rasulullah Saw. bersabda :“Siapa orang yang berbohong atas ku (dalam segala hal) maka bersiap-siaplah tempatnya di neraka”. HR. Imam Bukhari

Penjelasan:

Jelas dari hadits diatas jika sesorang berbohong dalam segala hal atas Nabi maka tempatnya neraka. Lalu apakah menggambarnya bukan membohonginya?bohong karna pelukis tidak tahu wajah nabi yang sebenarnya, siapa yang bisa menjamin kalau pelukis itu tahu wajah nabi? Ini adalah kebohongan…!!! Dusta..!!!

Ketiga : Menurut Ijma’

Kalupun didalam Alquran dan Hadits Nabi tidak ditemui hukum menggambar nabi maka, ulama telah berijma dan sepakat bahwa hukumnya haram. Dan ini harus kita terima dan ikuti, karna dalam islam sumber hukum yang shahih dan dapat diterima serta disepakati semua kaum muslimin ada empat, Alquran, Al-Hadits, ‘Ijma dan terakhir Qiyas.

Jadi kesepakatan para ulama tentang pengharaman menggambar nabi adalah suatu hukum yang harus kita ikuti.

Sekian tabayyun dari saya mudah-mudahan bermanfaat bagi semua…!!!

 

You May Also Like

About the Author: KAA

10 Comments

  1. saya hanya mau bilang.!!!

    bagi mu agamamu.bagi ku agama ku.
    aku tidak akan pernah menyembah tuhan mu.dan kamu pun tidak akan penah menyembah tuhan ku.

    biarkan orang mau bilang apa tentan umat islam.

    bagi yang menindas dan melecehkan umat islam.

    berarti musuh islam.

  2. Bacalah buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:
    "BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA"
    Penulis Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE
    Bonus: "SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)" berukuran 63×60 cm2.
    Hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun.
    Sambutan tertulis dari Departemen Agama Republik Indonesia, SekDitJen Bimas Buddha, Pendeta Nasrani dan tokoh Islam Pakistan.

    Tersdia ditoko-toko buku ditributor tunggal
    P.T. BUKU KITA
    Telp. 021.78881850
    Fax. 021.78881860

    Salamun 'alaikum daiman fi yaumiddin, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  3. islam iTu dengan hati..
    logika anda yg di pakai..niscaya anda akan termakan oleh logika anda..
    jadiLah uLama yang pintar
    daripada orang pintar yang tau agama kaya mas santri gunduL..Tobat ucapkan 2 kLmat sahadat mas..anda memahami agama hanya d luar saja tapi tdk dengan hati..wass

  4. Hallo mas! Saya bingung masa kesucian Sang Nabi Besar bisa dinodai hanya dengan gambar? bukankah yang membuat seseorang itu dianggap suci adalah relasinya dengan Tuhan yang intim dan relasinya dengan manusia yang baik dan benar? Jadi intinya perbuatan seseorang dalam hubungannya dengan Tuhan dan Sesamalah yang membuat seseorang disebut suci atau tidak, atau dengan kata lain suci atau berdosa. Jadi menurut saya yang bisa menodai kesucian seseorang adalah perbuatan jahat orang tersebut bukan gambar yang mati itu. Thanks!

  5. Tentang orang Denmark membuat karikatur nabi Muhammad saw. mengakibatkan umat islam seluruh dunia menjadi gusar adalah disebabkan hujjah Allah, hujjuah Nabi, hujjah kitab suci-Nya sebagai berikut:

    1. Ali Imran (3) ayat 80: Nabi dijadikan ARBABAN/BERHALA/TUHAN yang adalah musrik, menyimpang dari garis lurus dari sorga Adam dahulu ke sorga Adam akan datang sesuai Al Hajj (22) ayat 31, musrik bunuh dengan hujjah ilmu sesuai At Taubah (9) ayat 5, musrik najis sesuai At Taubah (9) ayat 28, musrik perangi dengan hujjah ilmu sesuai At Tabuah (9) ayat 36, musrik tidak ada ampunnya akan tetap musrik sampai mati sesuai An Nisaa (4) ayat 48,116.

    2. At Taubah (9) ayat 31: Pemuka-agama dijadikan ARBABAN/BERHALA/TUHAN selain Allah. Nauzubillah min zalik !

    3. Makanya jangan fanatik buta. Camkan maksud ayat-ayat tersebut diatas agar terhindar dari sifat ARBABAN.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  6. Wah, saya jadi ingin ikutan nanya:

    Kesucian macam apa itu yang bisa luntur hanya dengan di gambar?

    Karena sepemahaman saya, apapun yang dilakukan orang kepada Nabi Muhammad , maka jika dia suci maka akan tetap suci. 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *